Sabtu, 24 Agustus 2013

Proposal Seminar Nasional Bersama Kemenpora-RI



Term of Reeference Seminar Sehari
“Peran Pemuda Dalam Menghadapi Globalisasi Dengan Semangat Nasionalisme”
Semarang, 29 Agustus 2013
1.      Latar Belakang
            Pemuda sebagai salah satu aset Bangsa mempunyai peranan yang sangat penting untuk kemajuan bangsa, tidak dipungkiri lagi peran pemuda sudah terbukti sejak puluhan tahun yang lalu, namun sekarang pemuda kurang diperhatikan sehingga banyak pemuda yang sebenarnya ingin memberikan peran kepada bangsa dan negara ini namun akhirnya justru berbelok arah ke berbagai macam faham yang ada.
            Globalisasi dan kemajuan tekhnologi merupakan salah satu sebab kenapa pemuda sekarang justru meninggalkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, maraknya teroris di indonesia seringkali kita lihat para pemuda bahkan pelajar yang menjadi end action dari rencana maupun serangan teror, semangat kebangsaan dan nasionalisme sebenarnya tidaklah cukup kalau tidak diimbangi dengan sebuah kerja keras dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada pemuda dalam rangka kesempatan kerja.
            Indonesia merupakan bangsa yang kaya dengan hasil kekayaan alam yang melimpah ruah yang terdiri dari kekayaan hutan, kekayaan bumi dan kekayaan lautnya serta ditunjang keanekaragaman suku budaya yang komplek dari sabang sampai marauke, kekayaan alam itu ternyata tidak cukup memadai dengan penduduk indonesia yang ternyata masih banyak pengangguran di banyak sektor, data terakhir Menteri Tenaga Kerja bahwa ada sekitar 10 juta jumlah penduduk usia produktif yang menjadi pengangguran, hal ini diantaranya dipengaruhi oleh ketidak tersedianya lapangan pekerjaan dibandingkan dengan jumlah pengangguran yang ada saat ini, faktor yang lain diantaranya adalah minimnya ketrampilan yang dimiliki oleh usia produktif terutama untuk bekerja mandiri seperti ketrampilan/kerajinan tangan dll.
            Pemuda dan mahasiswa sebagai penyangga generasi kedepan diharapkan mempunyai kemampuan dan keterampilan yang memadai untuk bekal kehidupan yang lebih baik, karenanya sangatlah penting pemuda dan mahasiswa untuk diangkat dan di diberikan ruang lebih untuk penghidupan yang lebih layak melalui berbagai pendidikan, pelatihan dan keterampilan kecakapan hidup/life skills guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat saat ini, terlebih lagi di era globalisasi ini.
            Pemuda dan Mahasiswa yang diharapkan sebagai generasi penerus haruslah dibekali  berbagai keahlian yang memadai dalam rangka memberikan kehidupan yang lebih baik, namun sangat di sayangkan pemuda dan mahasiswa yang diharapkan sebagai pelopor pembangunan seringkali kurang mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga berakibat pada menurunnya nilai-nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan, Setidaknya ada beberapa faktor yang mempengaruhi kurangnya kreatifitas pemuda dan mahasiswa, salah satunya adalah ketidak siapan pemuda dan mahasiswa dalam menghadapi derasnya arus globalisasi dengan ditandai banyaknya pemuda dan mahasiswa yang tergerus oleh globalisasi karena akar budaya leluhur bangsa telah tercerabik dari Pemuda dan mahasiswa.
            Untuk itulah sebagai salah satu bentuk kepedulian dan wujud bakti kepada bangsa dan negara, Kelompok Studi Mahasiswa Fakultas Hukum (KSM-FH) Unissula Semarang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Potensi Pemuda (LP3) bermaksud mengadakan Seminar dengan Tema “ Peran Pemuda dalam menghadapi Globalisasi dengan semangat Nasionalisme”.



2.      Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan diadakannya seminar ini adalah :
a.    Memberikan informasi dan mensosialisasikan pentingnya peran pemuda dan Mahasiswa dalam menghadapi globalisasi dengan semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang sudah mulai luntur.
b.   Membangun komitmen bersama antar generasi muda bahwa globalisasi harus dihadapi dengan semangat nasionalisme.

3.      Sasaran dan Target
a.      Sasaran program ini adalah seluruh pemuda, mahasiswa, pelajar serta masyarakat pada umumnya yang ada di Jawa Tengah khususnya Semarang serta masyarakat yang peduli dengan bangsa dan nasionalisme.
b.      Adapun targetnya adalah terselenggaranya seminar pemuda dan tersampaikannya semangat dan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme kepada seluruh pemuda yang ada di di Jawa Tengah khususnya Semarang.

4.      Hasil Yang Hendak Di Capai
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
  1. Bagi Pemerintah : Tersampaikannya pesan kepada seluruh pemuda yang ada di Semarang bahwa Pemuda mempunyai peranan yang sangat penting dalam melawan globalisasi dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme.
  2. Bagi Pemuda : diketahuinya secara mendalam tentang peranan pemuda untuk melawan globalisasi dengan semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan.
  3. Bagi lembaga Penyelenggara : menjadi wahana dan turut serta dalam peranannya memberikan pemahamaan kepada pemuda, Mahasiswa dan Pelajar serta masyarakat pada umumnya untuk bersama-sama melawan globalisasi dengan semangat Nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan yang ber-keindonesiaan.

5.      Waktu dan Tempat
     Waktu dan Tempat Kegiatan di Semarang akan diadakan pada :
Hari                      : Kamis
Tanggal                : 29 Agustus 2013
Waktu                  : Pukul 13.00 – Selesai
Tempat                : Fakultas Teknik UNISSULA
Pembicara           : Kemenpora Republik Indonesia dan Akademisi

6.      Matrik Acara
No
Agenda Acara
Waktu
Penanggung Jawab
1
Registrasi Peserta & Makan Siang
12.00 – 13.00
Panitia
2
Acara Pembukaan
13.00 – 13.30
Panitia
3
Acara inti Seminar “ Peran Pemuda dalam menghadapi globalisasi dengan semangat Nasionalisme”
Dengan pembicara :
  1. Kemenpora
  2. Akademisi
  3. Praktisi Kepemudaan
13.30 – 15.30
Panitia
Narasumber
5
Coffe Break
15.30 – 16.00
Panitia
6
Dialog dan Perumusan Rekomendasi
16.00 – 17.30
Panitia
7
Penutup
17.30 – 18.00
Panitia
7.      Penutup
Demikian term of reference ini dibuat sebagai bahan acuan semua pihak dalam melaksanakan jalanya acara ini.

Semarang, 18 Agustus 2013

Panitia Penyelenggara





Kegiatan HMI di Bulan Ramadhan


Turun Kejalan, HMI Komisariat Hukum Unissula Berbagi Ta`jil
“Saat masih saja ada sebagian orang yang hanya disibukkkan dengan mengurusi kubutuhan pribadinya masing-masing, HMI Komisariat Hukum Unissula kembali turun kejalan untuk berbagi ta`jil bersama anak jalanan dan fakir miskin”.

“Kegiatan yang diawali di sekitaran lampu merah genuk, rencananya akan terus dilakukan sampai berakhirnya bulan ramadhan ini. Hal yang menjadi sebuah kesyukuran yang tak ternilai harganya ketika kami mampu melakukan kegiatan seperti ini sampai berakhirnya bulan suci ramadhan”, ujar Sifaul Amsil, Ketua Umum  HMI Komisariat Hukum Unissula, di sela-selanya membagikan ta`jil kepada salah satu anak jalanan di lampu merah Genuk, Selasa (30/7).

“Aksi yang bertemakan Ramadhan Ladang Berbagi ini, di sambut hangat oleh seluruh masyarakat di sekitaran lokasi aksi. Kami berharap, aksi kali ini dapat memantik rasa sosial masyarakat di sekitar lokasi untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitarnya terutama kepada anak jalanan dan fakir miskin yang sangat memerlukan perhatian kita semua”, Ujar Dias, koordinator aksi sekaligus mahasiswa Fakultas Hukum Unissula Semarang.(30/7)

“Melalui kesempatan ini pula, kami mengajak kepada seluruh elemen mahasiswa untuk ikut serta berperan aktif dalam upaya meningkatkan harkat kehidupan masyarakat”, tegas Dias.



Berbagi Ta’jil Part II, HMI Komisariat Hukum Unissula di Tugu Muda
Kegiatan yang mereka sebut sebagai “Petualangan Berbagi Ta’jil” ini, menjadi kali kedua yang dilaksanakan sejak selasa kemarin (30/7).

“Untuk kali kedua ini, kami berusaha menambah jumlah persediaan sehingga harapan untuk dapat memberikan ta’jil yang lebih banyak kepada masyarakat terutama kepada anak jalanan dan kaum fakir miskin dapat lebih maksimal”, ujar Sifaul Ketua Umum HMI Komisariat Hukum Unissula.(31/7)

Kegiatan yang di motori oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Unissula serta Organisasi HMI Komisariat Hukum Unissula ini, tentu dapat menjadi cerminan yang sangat baik di mata masyarakat, terutama pada bentuk pengabdian kelompok Mahasiswa terhadap lingkungan sosialnya. “Saat di Kampus, kami selalu mendapatkan pendidikan tentang arti pentingnya menjaga silahturahmi antar sesama umat muslim, dan momentum ramadhan inilah yang membuat kami tidak mau ketinggalan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan”, tambah Eti, Mahasiswi Fakultas Hukum Unissula yang di temui di lokasi saat menjadi relawan dalam kegiatan itu.

Koordinator aksi kegiatan, Dias, menambahkan bahwa kegiatan di hari kedua ini ternyata sangat menarik simpatik dari berbagai pihak. Mulai dari civitas akademik kampus, kelompok-kelompok masyarakat, bahkan sampai pada elemen pemerintah. “apa yang menjadi harapan kami ternyata mampu membuahkan hasil, ini terlihat dari keikutsertaan berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam mensukseskan acara ini”tegasnya di sela-sela membagikan ta’jil. Harapan kami, semoga apa yang kami rencanakan untuk melaksanakan kegiatan ini hingga berakhirnya ramadhan nanti bisa berjalan lancar. Tambahnya.